AJANG FESTIVAL KE 19 SERIBU REBANA SE-KABUPATEN NGANJUK

Ketua penyelengara dan Forpimcam

Nganjuk, Mitrajustice.com – Berbagai kelompok grup rebana sekabupaten menghadiri ajang lomba festival 1000 rebana rutinan ke 19 bertempat halaman Balai Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

Festival ini diikuti 170 peserta group, dari berbagai Kecamatan. Acara berlangsung pada hari Sabtu (29/7/2023). Turut hadir dalam acara ini Bupati Dr. Marhaen Djumadi, Forpimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Desa, Susilo Dwi Prasetio dan juga para guru pembina.

Dalam sambutan Kepala Desa Susilo Dwi Prasetio, mengatakan, “Festival 1.000 rebana ini, jangan dijadikan sebagai ajang lomba yang bersifat sementara. Saya berharap, acara ini berkesinambugan dari generasi ke generasi kerena kegiatan seperti ini sangat positif,” ujarnya.

Sambutan Bupati, yang diwakili Camat Juansa menyampaikan untuk selalu menjaga kebersamaan saling mengingatkan dan memberikan masukan. “Oleh karena itu, kami juga selaku Forpimcam memakil pemerintah Daerah atas ketidak hadiran Bupati Mahaen Djumadi, juga selaku Forpimcam Kecamatan Tanjung Anom, kami mengajak kepada seluruh undangan yang hadir pada siang hari ini untuk selalu menciptakan kondisi yang kondusif membawa Nganjuk lebih maju dan nyawiji, kami banyak kekurangan, dan keterbatasan, maka untuk itu, mari kita bersama-sama salig bahu membahu bergotong royong untuk membawa nama baik Kecematan Tanjung Anom khususnya umumnya Kabupaten Nganjuk yang kita cintai.”katanya.

Juga dalam sambutan, Salim Arafiq, selaku ketua panitia,”mengatakan terima kasih kepada kepala Desa atas perhatian dan sumbangsihnya untuk memberikan tempat terselenggaranya acara festival rutinan 1.000 rebana. Dan Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibuk- ibuk maupun adik-adik yang hadir melalui Festifal 1.000 rebana. kami selaku ketua panitia sangat bangga melihat bakat anak-anak maupun ibu-ibu untuk syiar bersholawat melalui seribu rebana. Meskipun dalam era semakin modern, generasi milenial masih tertarik dan melestarikan budaya seni tradisional seperti 1.000 rebana yang berlangsung pada hari ini.”katanya (Robi/ Irno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *