Brantas Acarita Di Kabupaten Jombang Upaya Merawat Brantas Untuk Generasi Selanjutnya

Berita, Daerah4 Dilihat

JOMBANG, Mitrajustice.com – Sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan di Provinsi Jawa Timur, tahun 2023, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang melaksanakan kegiatan “Brantas Acarita”.

Kabupaten Jombang, menjadi salah satu wilayah yang terpilih untuk pelaksanaan kegiatan Brantas Acarita karena letaknya terkait dengan keberadaan Sungai Brantas, serta aktifitas budaya yang didukung baik oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah.

Maksud dan tujuan kegiatan yang digelar mulai 13 s.d. 15 September 2023, berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang ini untuk mengembangkan dan memanfaatkan obyek kemajuan kebudayaan sebagaimana amanat Undang-Undang No 5 Tahun 2017.

Tema yang diusung pada acara Brantas Acarita di Kota Santri ini adalah “Rawat Brantas untuk Generasi Selanjutnya”.

Pembukaan Brantas Acarita ditandai Pemukulan Gong oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Forkopimda Kabupaten Jombang di Balai Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (13/9/2023) siang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan ‘’Brantas Acarita’’ yang mengusung tema ‘’Rawat Brantas Untuk Generasi Selanjutnya’’, tutur Bupati Mundjidah Wahab

Sebagaimana diketahui, Sungai merupakan elemen penting bagi terbentuknya peradaban. Hampir semua peradaban dunia terbentuk dari lembah sungai. Ini juga terjadi di Jawa Timur di mana hampir semua peradaban awal di jatiym berasal dari lembah sungai Brantas.

Peran vital sungai brantas sudah berlaku sejak ribuan tahun lalu. Sungai ini tidak hanya menjadi cikal bakal peradaban, melainkan menjadi sumber kehidupan masyarakat di Jatim.

“Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi siswa-siswi sekolah, masyarakat, dan pelaku UMKM, serta menggunakan sungai Brantas sebagai media untuk menceritakan sejarah tapi dengan pendekatan kebudayaan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui kegiatan ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran merawat sungai, masyarakat tidak boleh mengabaikan realitas sungai sebab sungai Brantas sudah menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Jombang”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat akan arti penting sejarah peradaban sungai brantas”, pungkas Bupati Mundjidah Wahab

*(Adm/Kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *