Memperingati Hari Buruh Nasional May Day Di Makam Marsinah Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Nganjuk

Berita3 Dilihat

Lsm Gmbi Fpmn Babinsa Dan Babinkamtibmas

Nganjuk, Mitrajustice-com – Berbagai macam buruh dalam konfederasi Serikat buruh sejahtera indonesia (KSBSI) lembaga swadaya masyarakat (GMBI) Forum peduli masyarakat Ngepung ( FPMN) dan Masyarakat hadir jadi satu ke makam aktivis buruh Marsinah yang berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, dalam rangkah hari buruh internasional May Day pada 1/5/2024.

Mereka datang berbondong bondong untuk mendoakan dan juga mengenang jasa jasanya selama hidup sebagai pejuang para buruh yang gigih dan berani.

Doa bersama di lakukan dengan punuh khusuk dan himat, semuga, Marsinah di ampuni segala dosa dosanya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa,

Ketua KSBI Ketua LSM GMBI Dan Ketua FPMN

Kelik Widiwahyono, selaku ketua DPC (KSBI) Kabupaten Nganjuk, berharap,” Marsinah dijadikan pahlawan buruh Nasional, dan juga di bangunkanya tempat monumen untuk mengingat jasa jasanya.” Kata kelik, ketua DPD LSM GMBI Sugito, juga menyerukan kepada seluruh buruh element masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk memperjuangkan hak hak Marsina sebagai tokoh buruh Nasional, mari kita buktikan jangan hanya semangat memperingati, tapi ayo kita buktikan untuk selalu mengawal bersama memperjuangkan Marsina, sebagai pahlawan Nasional.

Kami berharap kedepannya ada keseriusan dari pemerintah daerah maupun pusat, untuk disegerakan di bangunkanya monumen dan di nobatkakanya sebagai tokoh Palawan buruh Nasional,

Dan Kami selaku ketua DPD LSM GMBI beserta teman teman dari berbagai distrik wilayah Kabupaten Nganjuk selalu siap untuk mengawal proses kedepanya sehingga Marsinah betul betul mendapatkan haknya.” Ucapya.”

Saat Pendeklarasian Aliansi Marsinah

Suyadi, forum peduli Masyarakat Ngepung FPMN, juga mengajak kepada teman teman semua.

Untuk mengingat jasa jasa selama hidupnya dalam memperjuangkan hak masyarakat dan kaum buruh walaupun nyawa taruhanya.

Perjuangan seperti Ini sebenarnya juga sudah di lakukan sejak tahun 1993, agar Marsinah diangkat derajat dan martabatnya untuk menyandang gelar palawan buruh Nasional tapi sampai saat ini belum juga itu terjadi.

Maka untuk itu mari kita galang rasa kebersamaan dan saling bau membahu untuk menyuarakan atau mewujudkan hak Marsinah.

Maka dengan ini, mari kita dirikan Aliansi Marsinah sebagai wadah kita, untuk mengawal proses mendapatkan hak Marsinah,”(Irno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *