Polres Jombang Hadirkan Orang Tua Untuk Jemput Ratusan Pesilat yang Ditangkap

TNI POLRI4 Dilihat

Jombang, Mitrajustice.com – Polres Jombang mendatangkan orang tua dari 169 pesilat yang tertangkap karena konvoi di jalanan. Sebelum diserahkan, para pesilat itu diminta sungkem dan memohon ampun kepada orang tuanya.

Pihak Polres Jombang menyerahkan 169 pesilat kepada orang tuanya di lapangan Mapolres Jombang pada Minggu (10/03/24) pukul 09.00 WIB. Penyerahan itu disaksikan pengurus perguruan silat dan masing-masing perangkat desa tempat pesilat berasal.

Proses penyerahan diawali dengan pemberian nasehat oleh Padal Iptu Putut Yuger Asmoro didampingi piket padal Ipda Satria Ramadhan. Kemudian dilanjutkan pemberian nasehat oleh Ketua Cabang Pagar Nusa Jombang H. Abduk Rochim dan Wakil Ketua Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur Muhammad Idris.

“Kemudian dilakukan sungkeman oleh masing-masing anggota perguruan kepada orang tua atau keluarga, serta pembuatan surat pernyataan oleh masing-masing anggota perguruan mengetahui orang tua dan perangkat Desa atau Pengurus Perguruan Pagar Nusa,” kata Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasat Reskrim ÀKP Sukaca.

Dikatakan AKP Sukaca, tindakan yang dilakukan terhadap para pesilat itu mendapat dukungan penuh masyarakat. Menurutnya, tindakan mengamankan pesilat yang tengah konvoi itu dapat mencegah timbulnya bentrokan antar perguruan silat.

“Sementara, dari pihak keluarga sangat berterima kasih dan penyampaian masyarakat semoga kedepan Kepolisian khususnya Polres Jombang semakin sukses dan dapat menganyomi masyarakat sehingga jombang menjadi kondusif,” tandasnya.

Kasat Reskrim menjelaskan, 169 pesilat ditangkap ketika berkonvoi di Jalan raya KH Romli Tamim pada Sabtu (09/03/2024). Mereka berkonvoi setelah menghadiri pengesahan anggota baru di Mojoagung.

“Mereka (yang diamankan) itu kan pengikut, yang melakukan pengesahan sudah selesai. Nah, pengikutnya ini yang kami amankan di Mapolres Jombang,” terangnya.

Penangkapan 169 pesilat dari salah satu perguruan itu tidak mudah. Polisi berpakaian preman bersusah payah menyergap mereka. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan para pesilat.

Menurut AKP Sukaca, mayoritas pesilat yang diamankan berasal dari luar Jombang. “Dari identifikasi, mereka ini dari satu perguruan silat, tapi dari beberapa kabupaten, seperti Nganjuk, Mojokerto dan Kediri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *