PT. Citra Melati Alam Prima Gelar Konsultasi Publik AMDAL Pembangunan RSUD Jombang

Daerah5 Dilihat

Tampak siteplan Pembangunan RSUD Jombang

JOMBANG, MITRAJUSTICE.COM – Konsultasi publik adalah kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang wajib menyusun dokumen Amdal sebagaimana termuat dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai turunan Pasal 22 dan Pasal 185 huruf b dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang merupakan rumah sakit dengan klasifikasi kelas B Pendidikan yang direncanakan akan dilakukan pembangunan yang berada pada lahan seluas kurang lebih 9 Ha dan luas bangunan 10.000 m2.

Tisna Ayuningtyas direktur PT Citra Melati Alam Prima selaku lembaga penyedia jasa lingkungan yang ditunjuk oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pemerintah Kabupaten Jombang dalam hal ini RSUD Jombang untuk melakukan kajian lingkungan berupa AMDAL untuk kegiatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Kabupaten Jombang) yang rencananya akan berada di Jalan Prof Muh. Yamin, Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Jombang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (2/8/2023) pukul 19.00 wib sampai selesai di aula kantor desa Pandanwangi. Kegiatan konsultasi publik dilakukan secara tatap muka.

Tisna Ayuningtyas menjelaskan bahwa dalam proses Amdal ini pihak pemrakarsa sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat untuk memberikan saran, tanggapan serta pendapat dari masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan Amdal ini diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang keterlibatan masyarakat dalam proses Amdal.

“Masyarakat yang ikut serta dalam proses Amdal ini adalah masyarakat yang terdampak, masyarakat pemerhati lingkungan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses Amdal,” papar Tisna.

“Adapun tujuan dari melibatkan masyarakat yaitu agar masyarakat mendapat informasi mengenai rencana kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan, agar masyarakat bisa menyampaikan saran, pendapat ataupun tanggapan atas rencana kegiatan tersebut, masyarakat bisa terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait rekomendasi kelayakan rencana kegiatan tersebut serta agar masyarakat bisa menyampaikan saran, pendapat atapun tanggapan atas proses izin lingkungan,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, Masyarakat yang hadir cukup puas atas penyampaian paparan yang disampaikan oleh Tisna terlihat dari cukup lancarnya kegiatan ini, masyarakat Desa Pandanwangi dan desa sekitarnya ternyata cukup mendukung rencana ini dari beberapa tanggapan maupun saran yang cukup konstruktif, misalnya agar Pemrakarsa bisa menyampaikan ke Pihak RSUD Kabupaten Jombang agar memperhatikan dan mengelola dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat rencana kegiatan tersebut.

Terkait akses transportasi yang hanya ada di depan RSUD saja, akses keluar masuk transportasi hanya satu arah dengan adanya dua jalur, aspek parkir yang sempit lahan parkirnya baik di dalam RSUD maupun disamping RSUD, aspek perekonomian dengan banyaknya Pedagang Kaki Lima di samping RSUD dan diharapkan agar pihak RSUD membuat kios-kios yang bisa ditempati oleh pedagang tersebut, ini beberapa masukan dari masyarakat agar bisa menjadi pertimbangan pihak pengembang.

Adapun tahapan pelaksanaan yang dilakukan meliputi :

a) Persiapan meliputi survei lokasi RSUD Jombang RS tipe B dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Pandanwangi.

b) Penyebaran undangan untuk mengundang masyarakat yang berada dibatas lokasi yang terindentifikasi terdampak langsung dengan Amdal.

c) Pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan secara langsung (tatap muka). Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tim pengabdian dengan memaparkan deskripsi kegiatan, peraturan pemerintah terkait, dampak kegiatan RSUD Jombang terhadap lingkungan hidup.

d) Penyebaran kuesioner kepada masyarakat untuk mendapatkan masukan terkait dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan RSUD JOMBANG yang dirasakan oleh masyarakat.

e) Analisa data kuesioner sebagai masukan dalam dokumen Amdal.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, Direktur RSUD Jombang, Muspika Kecamatan Diwek dan Kecamatan Jombang, perwakilan Desa Jabon, Desa Plandi, Desa Sengon, Kelurahan Jombatan yang terindentifikasi terdampak langsung dengan Amdal. Kegiatan berlangsung dengan aman dan terkendali. (Rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *