Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Berikan Pembekalan Implementasi Kurikulum Merdeka 

Pendidikan3 Dilihat

Jombang, Mitrajustice.com – Untuk meningkatkan kompetisi tenaga pendidik khusus nya guru dan kepala sekolah yang ada di kabupaten Jombang, Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang intens melakukan kegiatan pembekalan kualitas pendidikan.

Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen mengatakan bahwa pembekalan yang diberikan kepada para pendidik dan kepala sekolah, terkait implementasi kurikulum merdeka.

’’Kami berikan pembekalan kepada para guru dan kepala sekolah, untuk diimbaskan kepada peserta didik,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang

Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas P dan K menggelar pelatihan peningkatan kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 3 Peterongan pada 20-23 Februari.

Diikuti kepala sekolah angkatan 2022 dan 2023 sebanyak 146 peserta. Yang terdiri dari 144 kepala SD, satu kepala SMP, dan satu kepala TK.

’’Ini kami lakukan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya sekolah di satuan pendidikan,’’ jelas Senen.

Kepala sekolah juga menjadi pemimpin dalam meningkatkan kemampuan pembelajaran.

Dinas P dan K juga mendorong para guru, kepala sekolah, hingga pengawas dan penilik untuk memahami dan memanfaatkan platform merdeka mengajar (PMM). Pembekalan kemampuan tersebut melalui workshop pemanfaatan PMM yang diadakan Bidang Pembinaan Ketenagaan di SMPN 1 Jombang pada 20-23 Februari.

Sebanyak 240 peserta yang terdiri dari pengawas TK, pengawas SD, pengawas SMP, penilik dan kepala sekolah TK, SD dan SMP.

’’Karena keterbatasan tempat, setiap hari kami hadirkan 60 peserta selama empat hari. Total jumlah peserta 240 orang. Narasumbernya dari Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur,’’ jelasnya.

Kegiatan digelar untuk meningkatkan kemampuan pengawas kepala sekolah dalam menggunakan platform merdeka mengajar dalam pengelolaan kinerja.

Kegiatan peningkatan kapasitas guru digelar bidang Pembinaan PAUD dan PNF melalui bimtek pembelajaran paradigma baru PAUD, yang dilaksanakan 19-22 dan 26-29 Februari di Aula 1 dinas P dan K, SKB Mojoagung, SDN Losari Kecamatan Ploso, dan SDN Ngoro 1.

 

’’Masing-masing tempat 60 orang. Yang berangkat perwakilan kecamatan. Kecamatan wilayah utara di SDN Losari. Kecamatan wilayah selatan di SDN Ngoro 1,’’ urainya.

Kegiatan digelar untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD. Khususnya tentang perubahan paradigma, pendekatan dan strategi pembelajaran PAUD.

Peningkatkan layanan pendidikan anak usia dini menjadi lebih bermakna dan berkualitas. Serta mendorong berkembangnya potensi anak agar memiliki kesiapan untuk menempuh pendidikan jenjang selanjutnya.

Upaya peningkatan kualitas guru dilakukan bidang pembinaan SMP melalui sosialisasi sekolah pelaksana kurikulum merdeka 2024 di Kabupaten Jombang pada 25 Januari. Serta sosialisasi persiapan proyek dengan dana alokasi khusus (DAK) di Aula 1 Dinas P dan K.

Diikuti seluruh kepala SMP baik negeri maupun swasta sejumlah 134 kepala sekolah.

Sosialisasi pelaksanaan kurikulum merdeka 2024 di Kabupaten Jombang dilakukan sebagai tindak lanjut dari implementasi kurikulum merdeka di lapangan.

’’Kami ingin ada penambahan komunitas belajar. Serta peningkatan mutu pengelolaan satuan pendidikan dan pembelajaran di satuan pendidikan dilaksanakan lebih baik,’’ imbuhnya.

Sosialisasi pengajuan DAK 2025 diberikan untuk memberikan pemahaman kepada sekolah untuk mengusulkan DAK dengan cara yang benar. Sosialisasi pengajuan DAK di berikan kepada seluruh kepala SMP negeri. Berkaitan dengan pengisian dapodik yang baik dan benar.

“Bahwa dalam Platform Merdeka Mengajar juga mendorong akses pengembangan kualitas guru karena membantu para guru menerapkan pembelajaran paradigma baru, baik dengan menyediakan referensi pengajaran maupun melalui peningkatan kompetensi. Sehingga diharapkan dalam penerapannya akan lebih maksimalkan lagi. Karena platform ini sangat berdampak positif baik guru-guru,”pungkasnya. (Kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *